Follow us



Pencarian
Tanyakan pada kami
Chatting

Silahkan tanyakan langsung :
Klik link dibawah ini :

Customer Care

Atau hubungi :
- Email: kanim.madiun@yahoo.com
- Tlp: (0351) 386-667
- Fax: (0351) 386-668
Poling Website
Bagaimana pelayanan di Kantor Imigrasi Madiun ?






Slogan
BERANI JUJUR ITU HEBAT!!!
STOP KORUPSI!!!!


Video

          Kantor Imigrasi Madiun dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI Nomor M.05-PR.07.04 Tahun 2002 tanggal 25 September 2002. Wilayah kerja Kantor Imigrasi Madiun cukup luas, karena terdiri dari 6 Kabupaten dan Kota, yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Pacitan. Peresmian Kantor Imigrasi Madiun dilakukan pada tanggal 27 April 2003 oleh Direktur Jenderal Imigrasi Drs. M Iman Santoso, SH, MA, MH. Gedung Kantor Imigrasi Madiun yang diresmikan tersebut adalah bekas Kantor Koperasi yang merupakan milik Pemerintah Kota Madiun. Oleh karena itu berdirinya Kantor Imigrasi Madiun juga ditunjang oleh peran serta Pemerintah Propinsi Jawa Timur serta Pemerintah Kota Madiun yang bersedia mengalokasikan anggaran dan menyediakan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan operasional Kantor Imigrasi.

          Di dalam wilayah kerja Kantor Imigrasi Madiun terdapat beberapa hal yang strategis, misalnya adanya Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara (Lanud) Iswahyudi yang terletak di Maospati Kabupaten Magetan yang merupakan salah satu Pangkalan Udara TNI-AU terbesar di Indonesia. Disamping itu, di wilayah kerja Kantor Imigrasi Madiun juga terdapat beberapa industri berskala nasional seperti Industri Kereta Api (PT INKA) dan industri pengolahan gula Rejo Agung. Di bidang pendidikan terdapat Pondok Pesantren Modern Gontor yang sangat terkenal, dan bahkan banyak juga santri asing yang menuntut ilmu disana.

          Dengan potensi yang demikian itu, keberadaan Kantor Imigrasi Madiun merupakan suatu keniscayaan dan menjadi kebutuhan bagi perkembangan wilayah tersebut. Selama ini masyarakat yang memerlukan pelayanan keimigrasian harus pergi ke Kantor Imigrasi Surabaya yang berjarak ? 180 km, maka dengan dibentuknya Kantor Imigrasi Madiun berarti dapat dilakukan efisiensi waktu dan biaya yang selama ini menjadi beban masyarakat di wilayah Madiun. Di sisi lain, pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian yang dalam hal ini tugas pengawasan keimigrasian menjadi lebih terjangkau karena selama pelaksanaan pengawasan dikoordinasikan dari Surabaya.

          Secara geografis wilayah kerja Kantor Imigrasi Madiun berbatasan dengan wilayah kerja Kantor Imigrasi Blitar dan Kantor Imigrasi Solo, yaitu disebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk (wilayah kerja Kantor Imigrasi Blitar), dan disebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sragen (wilayah kerja Kantor Imigrasi Solo). Luas wilayah kerja Kantor Imigrasi Madiun secara keseluruhan adalah 5.951,95 km2. Secara administratif wilayah kerja Kantor Imigrasi Madiun membawahi 1 (satu) wilayah Pemerintahan Kota dan 5 (lima) wilayah Pemerintahan Kabupaten, yang secara keseluruhan mencakup 67 (enam puluh tujuh) Kecamatan dengan rincian sebagai berikut:
1. Kota Madiun              : 33,92 km2 (3 Kecamatan).
2. Kabupaten Madiun     : 1.010,84 km2 (15 Kecamatan).
3. Kabupaten Ponorogo  : 1.502,91 km2 (13 Kecamatan).
4. Kabupaten Magetan   : 688,85 km2 (16 Kecamatan).
5. Kabupaten Pacitan     : 1.419,44 km2 (20 Kecamatan).
6. Kabupaten Ngawi       : 1.295,99 km2 (12 Kecamatan).

          Keadaan penduduk yang berada dalamwilayah kerja Kantor Imigrasi Madiun sampai dengan akhir tahun 2002, baik WNI maupun WNA mempunyai jumlah yang signifikan dengan kebutuhan masyarakat tersebut terhadap pelayanan keimigrasian, serta sesuai pula dengan jangkauan yang dapat dipantau dalam pelaksanaan pengawasan keimigrasian.

          Kantor Imigrasi Madiun berupaya melakukan penelitian ulang untuk mengetahui validitas data tersebut yang akan digunakan untuk inventarisasi dan menelaah status dan jenis perijinan keimigrasian yang dimiliki oleh warga negara asing.Untuk itu guna mendapatkan data yang valid mengenai keberadaan dan kegiatan warga negara asing akan dilakukan melalui mekanisme koordinasi pengawasan orang asing yang telah terbentuk pada bulan September 2003. Langkah ini sejalan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Imirasi Madiun sebagaimana telah disiapkan sejak dilakukannya pembukaan pelayanan tahap pertama atau “soft opening” pada tanggal 10 Februari 2003.

          Pemberian pelayanan keimigrasian dalam perkembangannya mendapat sambutan yang sangat positip dari masyarakat, terbukti dari jumlah Paspor RI yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Madiun selama bulan Februari 2003 (? 15 hari kerja) telah mencapai 1.085 Paspor. Seiring dengan kondisi tersebut, maka pelaksanaan fungsi pelayanan dan pengawasan keimigrasian, serta penegakan hukum perlu dukungan operasional dari sumber daya manusia dan sarana perkantoran yang memadai. Saat ini jumlah sumber daya manusia yang menjalankan operasional Kamtor Imigrasi Madiun ada 27 orang, yang terdiri dari 1 orang pejabat struktural eselon III, 4 orang pejabat struktural eselon IV, 7 orang pejabat struktural eselon V, dan 15 orang pegawai tata usaha. Selain itu, dalam rangka pemberian pelayanan publik yang baik, maka Kantor Imigrasi Madiun menetapkan sistem pelayanan keimigrasian dengan menerapkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kebijakan satu pintu (one gate policy), yang artinya bahwa permohonan masuk melalui loket dan setelah selesai diambil kembali melalui loket;
  2. Permohonan dikerjakan secara “ban berjalan”, yang artinya bergerak secara otomatis ke unit-unit keja terkait tanpa harus menunggu pemohon;
  3. Otomatisasi pekerjaan melalui penerapan sistem komputerisasi pelayanan keimigrasian secara terpadu dengan menggunakan komputer sebagai “work-station” di masing-masing unit kerja yang saling berhubungan dan datanya disimpan dalam sebuah komputer yang berfungsi sebagai server.


          Dengan penetapan sistem tersebut Kantor Imigrasi Madiun sejak awal ingin menerapkan pelayanan keimigrasian dengan tolok ukur keberhasilannya pada “customer satisfaction” atau kepuasan masyarakat tanpa mengabaikan aspek pengawasan keimigrasian dan penegakkan hukumnya.

 

Profil Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun

1. DIRMAN SUKARDI, S.H., M.H.

    -   Masa Kerja : Februari 2003 – 12 Januari 2005

    -   Selama menjadi Kepala Kantor Imgrasi Kelas II Madiun, yang telah dilakukan DIRMAN SUKARDI, S.H., M.H antara lain :

  • > Merintis, membangun hingga pelaksanaan operasional Kantor Imigrasi Madiun untuk yang pertama kali
  • > Membina rasa kekeluargaan dan kekompakan di lingkungan pegawai Kantor Imigrasi Madiun

 

2. DIJONO, S.E.

    -   Masa Kerja : 12 Januari 2005 – 24 Maret 2008

    -   Setelah 24 Maret 2008, DIJOYO, S.E memasuki masa purna tugas yang kemudian digantikan Suradji, S.Sos sebagai Pelaksana Tugas Kepala Kantor Imgrasi Kelas II Madiun dengan Surat Perintah Nomor: W10-KP.04.01-196 tanggal 28 April 2008.

    -   Selama menjadi Kepala Kantor Imgrasi Kelas II Madiun, yang telah dilakukan DIJONO, S.E antara lain :

  • > Melakukan koordinasi dengan instansi terkait baik Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten Ex Karisidenan Madiun maupun unsur Kepolisian, Kejaksaan, Kodim, Disnaker serta Kantor Pelayanan Bea Cukai.
  • > Membentuk Tim SIPORA dan mengadakan rapat secara berkala

 

3. RAMLI HS., S.E., M.AP.

    -   Masa Kerja : Agustus 2008 – 21 Mei 2010

    -    Selama menjadi Kepala Kantor Imgrasi Kelas II Madiun, yang telah dilakukan RAMLI HS., S.E., M.AP antara lain :

  • > Membangun kantor baru Kantor Imigrasi Kelas II Madiun hingga mulai beroperasi pada bulan April 2010
  • > Pengusulan / Pencanangan ISO 9001:2008

 

4. MUHAMMAD HAYAT HENRY, S.H.

    -   Masa Kerja : 21 Mei 2010 – 19 Mei 2011

    -   Selama menjadi Kepala Kantor Imgrasi Kelas II Madiun, yang telah dilakukan MUHAMMAD HAYAT HENRY, S.H antara lain :

  • > Implementasi ISO 9001:2008 mulai dari pengenalan dokumen, pengisian form, dan pelaksanaan standar pelayanan Internasional yang disesuikan dengan Peraturan yang berlaku
  • > Membangun Mushola Al-Ikhlas, Rumah Dinas, Lapangan Olahraga Bola Voli dan Kantin di Lingkungan Kantor Imigasi Madiun
  • > Mengadakan touring di sela-sela liburan dengan seluruh pegawai Kantor Imigrasi Madiun

 

5. HERMANSYAH SIREGAR, S.H., M.H.

    -   Masa Kerja : 19 Mei 2011 – Sekarang

    -   Selama menjadi Kepala Kantor Imgrasi Kelas II Madiun, yang telah dilakukan HERMANSYAH SIREGAR, S.H., M.H antara lain :

  • > Finishing ISO 9001:2008 hingga direkomendasikannya Kantor Imigrasi Madiun untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 oleh Badan Sertifikasi Internasional
  • > Pembuatan Website Kantor Imigrasi Kelas II Madiun hingga launching pada tanggal 7 Juli 2011
  • > Penggunaan Sistem Antrian pada sistem pelayanan Kantor Imigrasi Kelas II Madiun
  • > Pemasangan Prasasti Pembangunan Gedung Kantor Imigrasi Madiun
LiveZilla Live Help