Kantor Imigrasi Kelas II Madiun | CERDAS HUKUM MENYONGSONG MEA
22130
single,single-post,postid-22130,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-1.9,wpb-js-composer js-comp-ver-4.4.3,vc_responsive
 

CERDAS HUKUM MENYONGSONG MEA

CERDAS HUKUM MENYONGSONG MEA

Jangan takut menghadapi pasar bebas ASEAN atau yang dikenal masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) itulah yang dikampanyekan pemerintah seiring mulai diberlakukannya MEA. Pemerintah berusaha menjadikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang cerdas, inovatif, mampu meningkatkan daya saing, dan fokus pada kualitas sehingga mampu bersaing dengan negara lain. Untuk mendukung program pemerintah tersebut, Kementerian Hukum dan HAM sebagai salah institusi penegak hukum ikut berperan serta membentuk masyarakat yang cerdas hukum sehingga mampu berperan dalam MEA.

Untuk membentuk masyarakat yang cerdas hukum tersebut, Kementerian Hukum dan HAM telah membuat beberapa program kegiatan dimana salah satunya adalah  penyuluhan hukum. Pada tanggal 28 Januari 2016, Kementerian Hukum dan HAM menargetkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan hukum serentak se-Indonesia dengan jumlah peserta penyuluhan 1.000.000 orang yang meliputi pelajar SMA, masyarakat, dan tahanan / warga binaan dengan melibatkan petugas penyuluh sebanyak 20.000 orang  Pegawai Kemenkumham di 33 Kantor Wilayah dan 547 Kabupaten/kota. Penyuluhan hukum serentak ini bertemakan Cerdas Hukum dalam Era Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan materi: Sosialisasi MEA, Sosialisasi bagaimana jika masyarakat tersangkut masalah hukum dalam MEA, dan Deklarasi Relawan Pelajar Cerdas Hukum.

Kantor Imigrasi Kelas II Madiun sebagai salah satu unit pelaksana teknis di Kementerian Hukum dan HAM tidak mau ketinggalan dengan ikut berperan serta menyelenggarakan kegiatan penyuluhan serentak tersebut. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun Sigit Roesdianto menjelaskan Kanim Madiun menyelenggarakan penyuluhan serentak di 4 (empat) tempat yang meliputi 3 (tiga) sekolah dan 1 (satu) tempat di ruang pelayanan Kanim Madiun. Penyuluhan ini menargetkan 1.100 peserta yang terdiri dari pelajar dan masyarakat dengan petugas penyuluh sebanyak 18 orang pegawai Kanim Madiun.

Dari hasil pengamatan, kegiatan ini sangat diapresiasi oleh pelajar dan masyarakat yang mengikuti. Di SMK PGRI 1 Mejayan misalnya acara dikonsep dengan meriah, para pelajar begitu antusias mengucapkan deklarasi relawan pelajar cerdas hukum, selanjutnya acara dilanjutnkan paparan dan tanya jawab, pembagian door prize, dan foto selfie. Ratna salah satu pelajar yang mengikuti acara penyuluhan ini menuturkan sangat senang dengan kegiatan ini karena bisa membuka wawasan mengenai hukum dan konsep acara tidak membosankan. Antusiasme peserta juga terlihat di Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, masyarakat pemohon jasa keimigrasian yang menjadi audiens terlihat begitu menyimak penjelasan dari petugas penyuluh. Beberapa peserta bahkan melontarkan pertanyaan kritis terkait program bantuan hukum dan hukum internasional terkait diberlakukannya MEA. Diah salah seorang pemohon paspor asal Ponorogo mengapresiasi kegiatan ini, selain dapat mengusir jenuh menunggu antrian juga menambah wawasan  (adt/lk)

No Comments

Post a Comment