Kantor Imigrasi Kelas II Madiun | LANGGAR IZIN TINGGAL, WN MYANMAR DIDEPORTASI
22128
single,single-post,postid-22128,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-1.9,wpb-js-composer js-comp-ver-4.4.3,vc_responsive
 

LANGGAR IZIN TINGGAL, WN MYANMAR DIDEPORTASI

LANGGAR IZIN TINGGAL, WN MYANMAR DIDEPORTASI

Madiun-Khin Maung Than warga negara (WN) Myanmar harus merasakan tindakan tegas petugas imigrasi. Rabu pagi 28 Januari 2016, Kantor Imigrasi Kelas II Madiun mendeportasi dirinya kembali ke negaranya melalui Bandara Juanda Surabaya. Tindakan tegas tersebut diambil setelah diketahui Khin Maung Than melanggar batas waktu izin tinggal selama 44 hari. Pria 50 tahun ini telah ditahan di ruang ditensi kantor Imigrasi kelas II Madiun sejak 19 Januari 2016 setelah dilakukan penangkapan di rumah Sukamto warga Ngawi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun Sigit Roesdianto menuturkan, tujuan Khin Maung  Than datang ke Indonesia adalah merintis pendirian organisasi kemanusiaan Asia Afrika dimana dirinya merupakan perwakilan dari negaranya. Datang dengan menggunakan Bebas Visa kunjungan Singkat dengan masa berlaku 30 hari dan tidak dapat diperpanjang, yang bersangkutan dengan sengaja tinggal melebihi batas waktu yang telah ditentukan. Sigit menjelaskan alasan yang dikemukakan yang bersangkutan belum meninggalkan wilayah Indonesia setelah batas izin tinggalnya habis dikarenakan sakit. Apa yang dilakukan WN Myanmar ini melanggar Undang-Undang Nomor 6  Tahun 2011 tentang Keimigrasian Pasal 75 huruf (1) sehingga harus dilakukan tindakan pendeportasian.  Penangkapan WN Myanmar ini merupakan hasil kerjasama yang baik antara pihak Kanim Madiun dengan Polres Ngawi, jelas Sigit.

Selama tahun 2015, Kanim Madiun telah melakukan pendeportasian sebanyak 12.orang. Mereka yang dideportasi rata-rata melakukan pelanggaran batas waktu izin tinggal dan penyalahgunaan visa. Kakanim Madiun menerangkan dengan mulai diberlakukannya pasar bebas ASEAN atau yang dikenal masyarakat ekonomi ASEAN dan pemberlakuan bebas visa untuk 90 negara, pihaknya semakin memperketat pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran hukum oleh orang asing. Peningkatan pengawasan tersebut bukan hanya dengan peningkatan kualitas maupun kuantitas pengawasan di lapangan namun juga dengan menjalin kerjasama dan koordinasi yang baik antara instansi dengan lebih mengefektifkan TIM PORA dan KOMINDA. Selain itu pihak Kanim Madiun saat ini gencar mensosialisasikan aplikasi pelaporan orang asing sehingga masyarakat dan kalangan usaha khususnya perhotelan dapat ikut serta membantu melakukan pengawasan keberadaan orang asing. (adt/lk)

No Comments

Post a Comment