Kantor Imigrasi Kelas II Madiun | PERINGATAN HBI KE 66: MENKUMHAM TARGETKAN TAHUN 2016 “PASTI BERPRESTASI”
22121
single,single-post,postid-22121,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-1.9,wpb-js-composer js-comp-ver-4.4.3,vc_responsive
 

PERINGATAN HBI KE 66: MENKUMHAM TARGETKAN TAHUN 2016 “PASTI BERPRESTASI”

pemberian

PERINGATAN HBI KE 66: MENKUMHAM TARGETKAN TAHUN 2016 “PASTI BERPRESTASI”

Semangat optimis, itulah yang tersirat dari sambutan Menteri Hukum dan HAM RI (Menkumham) Yasonna H Laoly yang dibacakan oleh Kepala Kantor Imigrasi seluruh Indonesia pada umumnya dan  Madiun pada khususnya saat memimpin upacara peringatan Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke 66 di halaman Kantor Imigrasi Kelas II Madiun tanggal 26 Januari 2016.  Menkumham menjelaskan tema peringatan “Penegakan Hukum dan Pelayanan Keimigrasian yang Berke-PASTIA-an” harus dimaknai bahwa ke depan jajaran Imigrasi akan mengutamakan prinsip-prinsip profesionalisme, akuntabilitas, sinergi, transparansi dan inovasi sehingga mampu menjadi kekuatan bagi setiap insan Imigrasi dalam mewujudkan cita-cita mulia yang terpatri dalam Tri Fungsi Imigrasi,yaitu memberikan pelayanan di bidang administrasi keimigrasian, menjaga kedaulatan negara, melakukan penegakan hukum dan sebagai fasilitator pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat.

pemberian

Menkumham Yasonna H Laoly mengapresiasi jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penegakan hukum keimigrasian dan  melakukan berbagai inovasi pelayanan publik seperti peningkatan penegakan hukum keimigrasian melalui pro justitia, pembentukan unit layanan paspor, sistem antrian paspor online, student visa, kerja sama untuk peningkatan pelayanan dan pemeriksaan di TPI Bandar Udara, Pelabuhan Laut dan Pos Lintas Batas, kerja sama dalam wadah Tim Pengawasan Orang Asing, serta peningkatan peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Dengan capaian tersebut Menkumham Yasonna Laoly menargetkan tahun 2016 akan menjadi tahun “PASTI berprestasi” dan untuk mencapai target tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi menyusun beberapa program yang menjadi bagian dari rencana kerja Kementerian Hukum dan HAM antara lain:

  1. Penyempurnaan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian;
  2. Peningkatan jumlah sumber daya manusia;
  3. Penguatan Tim Pengawasan Orang Asing;
  4. Penguatan penegakan hukum;
  5. Penguatan jaringan intelijen keimigrasian;
  6. Penguatan kerja sama antar Kementerian/Lembaga dan perbatasan Negara;
  7. Peningkatan pengawasan penerbitan paspor, visa, dan izin tinggal.

Menindaklanjuti sambutan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun Sigit Roesdianto menyatakan Kantor Imigrasi Kelas II Madiun beserta jajaran telah siap mengimplementasikan rencana kerja tersebut. Saat ini berbagai inovasi pelayanan telah diterapkan di Kantor Imigrasi Kelas II Madiun antara lain drive thru pengambilan paspor dan sms informasi izin tinggal orang asing. Berbagai inovasi lain saat ini masih dikembangkan dan akan ditunjang dengan perbaikan serta penambahan fasilitas pelayanan sehingga masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang aman, ramah, cepat, dan nyaman serta mendapatkan akses informasi keimigrasian yang mudah, lengkap, cepat, dan akurat. Dalam hal penegakan hukum dan pengawasan orang asing, Kanim Madiun telah dan terus mengefektifkan kerjasama antar instansi, tim pengawasan orang asing, dan jaringan intelijen. Selain itu telah dibina pula komunikasi yang baik dengan masyarakat, kalangan usaha khususnya perhotelan dan pariwisata, organisasi kemasyarakatan, pendidikan, dan media massa.

Berkaitan dengan peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke 66, Kakanim Madiun Sigit Rosedianto yang didampingi oleh ketua Dharma Wanita Kanim Madiun membagikan cindera mata kepada pemohon jasa keimigrasian.  Selain itu diadakan pula kegiatan donor darah yang diikuti oleh pegawai Kanim Madiun dan masyarakat pemohon jasa keimigrasian. Beberapa pemohon paspor yang ditemui mengungkapkan kesan dan pesan serta harapan terhadap pelayanan Kanim Madiun. Hendrik Iswahyudi pemohon asal Ponorogo mengutarakan bahwa pelayanan yang dia rasakan sudah baik dan juga fasilitas layanan yang nyaman. Ungkapan senada juga diutarakan Darmawan Julianto pemohon asal Madiun yang terkesan dengan pelayanan cepat, sejuk, dan nyaman. Darmawan berharap kedepan Kanim Madiun dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi. Masyhudi Achmad asal Ponorogo bersyukur pelayanan imigrasi dari tahun ke tahun semakin baik, harapannya seiring meningkatnya tuntutan dan perkembangan kualitas masyarakat, kualitas pelayanan semakin meningkat pula memenuhi harapan masyarakat. Pendapat sedikit berbeda diutarakan Wahyu Adi pemohon asal Pacitan yang mengutarakan perlu adanya perbaikan sistem antrian agar tidak mengular yaitu dengan penambahan serta perbaikan sarana prasarana. Namun demikian Wahyu Adi mengapresiasi pelayanan yang ramah yang diberikan oleh staf Imigrasi sangat membantu pemohon yang memerlukan layanan keimigrasian, dan juga tidak kalah pentingnya lanjut Wahyu, kebersihan dan kenyamanan ruangan juga terjaga. (adt/lk)

No Comments

Post a Comment