Kantor Imigrasi Kelas II Madiun | MENJELANG PELAKSANAAN IBADAH HAJI TAHUN 1437 H/ 2016 M, KANIM MADIUN ADAKAN RAPAT KOORDINASI DENGAN KEMENAG
22174
post-template-default,single,single-post,postid-22174,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-1.9,wpb-js-composer js-comp-ver-4.4.3,vc_responsive
 

MENJELANG PELAKSANAAN IBADAH HAJI TAHUN 1437 H/ 2016 M, KANIM MADIUN ADAKAN RAPAT KOORDINASI DENGAN KEMENAG

MENJELANG PELAKSANAAN IBADAH HAJI TAHUN 1437 H/ 2016 M, KANIM MADIUN ADAKAN RAPAT KOORDINASI DENGAN KEMENAG

rapat kordinasi haji 2016

Dalam rangka pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 1437 H/ 2016 M, Kantor Imigrasi kelas II Madiun telah mengadakan Rapat Koordinasi dengan Kantor Kementrian Agama se wilayah karesidenan pada hari Rabu tanggal 02 Maret 2016 di Ruangan Aula kantor Imigrasi kelas II Madiun. Rapat koordinasi yang tiap tahun rutin diadakan Kanim Madiun ini berguna agar antar instansi yang terkait dapat mengungkapkan dan menyelesaikan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam melayani calon jamaah haji dalam hal dokumen persyaratan pembuatan paspor.
Rapat koordinasi tersebut dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan peserta undangan hadir lengkap yakni Kemenag dari Madiun kota, kemenag Madiun kabupaten, Kemenag dari Ngawi, Kemenag dari Pacitan, Kemenag Ponorogo, dan Kemenag Magetan serta Seluruh Pejabat Stuktural Kanim Madiun. Semangat peserta terlihat saat Kepala Seksi Lalu lintas dan status Keimigrasian Kanim Madiun Prihatno Juniardi memberikan paparan menjelaskan bagaimana prosedur dan persyaratan penerbitan paspor bagi CJH serta kendala-kendala yang sering dihadapi CJH, berbagai tanggapan dan pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta rapat antara lain dari kemenag Madiun Kabupaten yang mengemukakan bahwa salah satu kendala dalam persyaratan pengajuan paspor CHJ adalah Surat nikah yang banyak hanya mencantumkan umur, sehingga perlu dikeluarkan surat keterangan dari KUA atau membuat Akte kelahiran. Pertanyaan lain dikemukakan Kemenag Ngawi yang menanyakan apakah diperlukan surat Rekomendasi dari kemenag, Sigit sebagai Kepala Kantor Imigrasi Madiun yang saat itu juga selaku narasumber menjelaskan bahwa dalam hal pengajuan paspor tidak diperlukan Surat Rekomendasi dari Kemenag, namun bila ada itu lebih baik.
Selain paparan materi oleh kepala seksi lalintuskim, informasi dari Narasumber, pertanyaan-pertanyaan serta tanggapan dari peserta, rapat tersebut juga membahas tentang jumlah CJH di masing-masing wilayah, antara lain 238 CJH dari Magetan, 200 CJH dari Ngawi, 150 CJH dari Pacitan, 360 CJH dari Ponorogo,105 CJH dari Madiun Kota, dan 240 CJH dari Madiun Kabupaten. Hal ini diperlukan untuk membuat kesepakatan pembagian kuota CJH yang akan melakukan proses foto wawancara agar dapat terkoordinir dengan baik sehingga CJH memperoleh pelayanan sebaik mungkin. Beberapa permasalahan CJH juga dibahas satu persatu sehingga tidak mengalami kebingungan. Sigit menegaskan CJH tidak perlu risau karena pihak kanim Madiun akan membantu mencari jalan Madiun Sigit Roesdianto menyatakan bahwa selama penyelesaian. Terkait koordinasi antar instansi jelang layanan haji, Kepala Kantor Imigrasi kelas II ini koordinasi terus dilaksanakan sehingga pelayanan penerbitan paspor haji berjalan dengan lancar.

No Comments

Post a Comment