Kantor Imigrasi Kelas II Madiun | RAZIA ORANG ASING : PENJAMIN BELUM TERTIB
21991
post-template-default,single,single-post,postid-21991,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-1.9,wpb-js-composer js-comp-ver-4.4.3,vc_responsive
 

RAZIA ORANG ASING : PENJAMIN BELUM TERTIB

RAZIA ORANG ASING : PENJAMIN BELUM TERTIB

IMG_3724

Ketidaktertiban administrasi keberadaan orang asing, itulah yang ditemukan Tim Pengawasan Orang Asing Kantor Imigrasi Kelas II Madiun pada saat menggelar razia orang asing di berbagai tempat di wilayah kabupaten Magetan, Ngawi, dan kota Madiun. Ketidaktertiban tersebut seperti belum diperpanjangnya izin tinggal orang asing meskipun masa berlakunya kurang dari sebulan, dan penjamin belum melaporkan perubahan paspor orang asing yang telah memiliki izin tinggal meskipun orang asing tersebut sudah berganti paspor. Abdul Kholik staf administrasi di salah satu Pondok Pesantren di Magetan mengungkapkan keterlambatan tersebut dikarenakan belum keluarnya dokumen kependudukan dan rekomendasi izin belajar yang menjadi persyaratan perpanjangan izin tinggal. Hal yang sama diungkapkan oleh Eki bagian administrasi Pondok Pesantren Putri di wilayah kabupaten Ngawi yang menjelaskan kendala dalam pengurusan izin tinggal adalah menunggu terbitnya rekomendasi izin belajar.
Razia orang asing dalam rangka Operasi Serentak Pengawasan Orang Asing Bhumi Pura Wira Wibawa digelar di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II Madiun dilaksanakan pada tanggal 19 s/d 23 Oktober 2015. Yanto, Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kanim Madiun mengungkapkan tujuan operasi adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penegakan hukum keimigrasian khususnya proses penyidikan tindak pidana Keimigrasian untuk Orang Asing yang diduga melakukan Tindak Pidana Keimigrasian. Kegiatan tersebut menyisir keberadaan orang asing di berbagai tempat seperti rumah tinggal, perusahaan, pondok pesantren, tempat kos, dan penginapan.
Lebih lanjut di jelaskan bahwa selama operasi telah memeriksa sekitar 616 orang asing yang berada di wilayah Kanim Madiun. Pemeriksaan meliputi kelengkapan dokumen keimigrasian, penjamin, dan kegiatan selama berada di Indonesia. Dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan pelanggaran Keimigrasian, namun demikian petugas pengawasan orang asing Kantor Imigrasi Kelas II Madiun tetap memberikan peringatan kepada penjamin agar lebih tertib dalam mengurus dokumen keimigrasian, kependudukan, dan perizinan lainnya. Yanto juga menerangkan selama operasi masih banyak temuan penginapan yang menerima tamu orang asing namun tidak melaporkan ke Kantor Imigrasi meskipun berulang kali dilakukan sosialisasi.
Dalam evaluasinya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, Sigit Roesdianto mengungkapkan operasi Bhumi Pura Wira Wibawa di wilayah Kanim Madiun berjalan aman dan lancar. Meskipun tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian, namun ketidak tertiban penjamin menjadi catatan tersendiri karena dapat saja menimbulkan pelanggaran hukum. Untuk itu perlu dilakukan pengawasan secara rutin dan berkesimbungan terhadap penjamin yang mendatangkan orang asing dan orang asingnya yang melakukan kegiatan di wilayah kerja Kanim Madiun.

No Comments

Post a Comment